Pintar Saja Tidak Cukup

Oleh : Atik Khunaifah

Selain intelektual, ada hal lain yang memiliki urgensi sama dengan ilmu, yaitu adab atau akhlak. Bahkan Ali Bin Abi Thalib mengatakan kedudukan adab lebih utama dibanding ilmu. Karena untuk memahami ilmu sesuai kaidah Islam, dibutuhkan akhlak yang benar agar ilmu yang diterima tidak salah diartikan dan diterapkan. Karena esensi ilmu bagi kehidupan manusia sangat dibutuhkan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dengan tegaknya adab, maka ilmu akan mudah diserap dan diresapi untuk kemudian diamalkan.

Seperti yang kita lihat saat ini, dimana banyak warga dari yang berada di bangku pemerintahan sampai yang berada di bangku sekolah dasar hampir bisa dikatakan mengalami krisis adab. Dalam tingkatan atas bisa kita lihat dari sikap pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan yang dilakukan lebih berpihak pada golongan atas, bahkan terkesan menindas rakyat bawah. Sedangkan krisis adab dalam dunia remaja dan anak-anak bisa kita lihat dari kasus-kasus yang bermunculan di berbagai media. Di Yogyakarta misalnya, saat ini sedang marak terjadi klitih/begal yang mayoritas pelakunya adalah pelajar SMA. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini, kita sedang berada di era disruptif atau hal-hal yan cenderung merugikan tatanan yang sudah ada.

Seorang intelektual muslim bernama Syed Naquib Al Attas dalam bukunya mengungkapkan adanya tiga permasalahan umat yang paling besar. Dimana permasalahan tersebut sangat berkaitan dalam menelurkan generasi berkeadaban. Tiga  permasalahan besar tersebut adalah ilmu yang rusak, hilangnya adab, dan munculnya pemimpin palsu yang menyimpang dari Islam. Jika kita telaah secara detail, ada koherensi dari ketiganya, dimana ketika ilmu yang dipelajari telah rusak maka adab yang terbentuk akan hilang atau bisa dikatakan hancur. Dari situlah akan muncul hasil finalnya, yaitu lahirnya pemimpin yang kurang beradab. Hal inilah yang menjadi PR besar umat islam dalam mempersiapkan generasi setelahnya.

Rasulullah pernah bersabda bahwa generasi yang buruk saat ini akan mempermalukan generasi terdahulu dan merusak generasi yang akan datang. Maka sebagai generasi muda yang menjadi ujung tombak harapan bangsa, kita diharapkan agar mampu membawa umat pada peradaban yang mulia. Sehingga peran umat muslim sangat sentral dalam memajukan peradaban Islam. Dalam hal ini, yang dimaksud memajukan peradaban Islam adalah dalam hal mindset dan pemikiran-pemikiran umat Islam. Karena pada dasarnya Islam sendiri merupakan agama modernis yang akan selalu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Untuk mewujudkan misi tersebut, hal vital yang harus dilakukan adalah melalui pondasi utama dari penggeraknya. Sehingga adab menjadi bahan pokok yang harus dielaborasi.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas