Mengenal Sistem Ekonomi Islam

 

Oleh: Veliana Yolanda

Jika kita berbicara tentang sistem ekonomi Islam. Maka kita harus memahami apa arti dari kata “sistem” terlebih dahulu. Menurut wikipedia, Sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti negara. Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara di mana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut.

Sedangkan pengertian ekonomi menurut wikipedia Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah “ekonomi” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “oikos” yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan “nomos” yang berarti “peraturan, aturan, hukum”.

Maka Sistem Ekonomi Islam merupakan suatu sistem ekonomi dimana dalam pelaksanaannya berlandaskan syariat Islam dengan berpedoman kepada Al-Quran dan Al- Hadis. Dalam sistem ekonomi Islam mengatur berbagai kegiatan perekonomian seperti jual-beli, simpan-pinjam, investasi dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya. Pada pelaksanaan kegiatan ekonomi Islam, semuanya harus sesuai dengan syariat Islam dengan menghindari semuanya yang sifatnya Maisyir, Gharar, Haram, Dzalim, Ikhtikar dan Riba.

Di bawah ini terdapat pengertian sistem ekonomi Islam menurut para ahli:

  1. Menurut Hasanuzzaman “1986”, pengertian ekonomi Islam adalah suatu ilmu dan aplikasi petunjuk dan aturan syari’ah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya material agar memenuhi kebutuhan manusia dan agar dapat menjalankan kewajibannya kepada Allah dan masyarakat.
  2. Nasution at all (2007:11), sistem ekonomi Islam adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada ajaran dan nilai-nilai Islam, yang bersmber pada Al-Qur’an, As- Sunnah, Ijma dan Qiyas atau sumber lainnya.
  3. Prof. Dr. Zainuddin Ali. Ekonomi syariah adalah kumpulan norma hukum yang bersumber dari Al-Quran dan Al-Hadits yang mengatur perekonomian umat manusia.
  4. Menurut M.A Manan. Ekonomi syariah adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam.

Sumber ekonomi Islam adalah alqur’an , assunnah, dan ijtihad.Tujuan sistem ekonomi Islam berdasarkan konsep dasar dalam Islam yaitu tauhid dan berdasarkan rujukan pada Alquran dan Sunnah ialah:

  • Pemenuhan kebutuhan dasar manusia yaitu papan, sandang, pangan kesehatan dan pendidikan untuk setiap lapisan masyarakat.
  • Memastikan kesamaan kesempatan bagi semua orang
  • Mencegah terjadi pemusatan kekayaan dan meminimalkan ketimpangan dana distribusi pendapatan dan kekayaan di masyarakat.
  • Memastikan untuk setiap orang kebebasan untuk mematuhi nilai-nilai moral.
  • Memastikan stabilitas dan juga pertumbuhan ekonomi.

Dengan penerapan sistem ekonomi syari’ah ini, maka diharap terwujudnya implementasi Islam secara kaffah. Karena seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sistem ekonomi sekarang lebih mengacu kepada sistem ekonomi kapitalis. Dalam sistem kapitalis, Tuhan dipensiunkan (retired God). Hal ini direfleksikan dalam konsep “laissez faire” dan “invisible hand”. Dari falsafah ini kita bisa melihat tujuan ekonomi kapitalis hanya sekadar pertumbuhan ekonomi. Asumsinya dengan pertumbuhan ekonomi setiap individu dapat melakukan kegiatan ekonomi demi tercapainya kepuasan individu.

Begitu pula dengan norma-norma ekonomi. Karena peran Tuhan sudah ditiadakan, semua hal diserahkan kepada individu. Akibatnya dalam sistem kapitalis kepemilikian individu menjadi absolut. Norma-norma yang dibangun berdasarkan pada individualisme dan utilitarianisme. Setiap barang dianggap baik selama bernilai jual. Tidak ada batasan ataupun norma yang jelas, baik dan buruk diserahkan kepada individu masing-masing. Dari sinilah kerusakan berawal. Terjadi kedzaliman terhadap sesama manusia, ketimpangan ekonomi dan sosial, perusakan alam, dan sebagainya. Semuanya terjadi demi meraih kepuasan individu tanpa dibatasi oleh norma-norma agama.

Dari penjelasan sistem kapitalis diatas jelas sangat bertolak belakang dengan sistem ekonomi Islam (syari’ah). Sudah menjadi tugas wajib bagi kita semua selaku umat muslim untuk senantiasa menerapkan sistem ekonomi syari’ah di setiap sendi kehidupan. Contohnya saja dengan meninggalkan dosa riba. Kita ibaratkan ketika kita mampu untuk menginggalkan atau tidak memakan babi yang jelas sudah haram hukumnya untuk mengkonsumsi babi tersebut.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah mengapa untuk menghindari dosa riba saja kita belum mampu? Mulai dari sekarang, setelah kita mengetahui hukum atau pengertian dari sistem ekonomi syari’ah ini,diharapkan dapat menjadi pelajaran untuk kita semua dan untuk saya sendiri khususnya. Sehingga umat muslim di seluruh dunia dapat menerapkan sistem ekonominya sendiri. Hal tersebut tentu di mulai dari diri kita terlebih dahulu. Dimulai dari hal-hal yang sederhana saja. Setelah kita berusaha untuk menerapkan sistem ini, maka berdakwahlah kepada muslim lainnya, karena dakwah hukumnya wajib bagi setiap muslim.Dari Abdullah Radhiallahu Anhuma, bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikan dariku walau satu ayat”. (HR. Bukhari No. 3461)

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas