Tipe Pemimpin Ideal dalam Islam

Oleh : Faza Fatiyurrobbani

Kepemimpinan di dalam Islam dikenal dengan sebutan khalifah yang memiliki arti wakil atau pengganti. Khalifah bertugas untuk memakmurkan bumi. Kata lain yang dipergunakan yaitu Ulil Amri yang mana kata ini satu akar dengan kata Amir. Kata Ulil Amriberarti pemimpin tertinggi dalam masyarakat Islam. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat An Nisa’ ayat 59 yang berbunyi:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”.

Kepemimpinan merupakan proses pengaruh satu arah maupun timbal balik untukmencapai ketaatan. Definsi kepemimpinan sangat bervariasi sekali. Banyak pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai konsep kepemimpinan atau definisi kepemimpinan, dan itu semua tergantung dari sudut mana mereka memandangnya. Definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi prilaku untuk memcapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Pemimpin dan kepemimpinan merupakan tonggak keberhasilan dalam sebuahorganisasi maupun negara. Pemimpin adalah bentuk pengabdian dan pertanggung jawaban perinsip-prinsip keimanan. Banyak bermunculan corak/ tipe pemimpin diberbagai aspek kehidupan, baik pemimpin spiritual, pemimpin agama, maupun pemimpin negara, yang mayoritas pemimpin tersebut meninggalkan dan memisahkan esensi terpenting yang melekatpada seorang pemimpin.

Kepemimpinan dalam islam adalah hal yang sangat penting sebagaimana hadits yang disampaikan melalui Umar bin Khatab, “Tidak ada Islam tanpa jamaah, tidak ada jamaah tanpa pemimpin, tidak ada pemimpin tanpa ketaatan. Jadi berislam, berjamaah, kepemimpinan, dan ketaatan pada pemimpin itu satu paket, satu kesatuan, tidak bisa hanya berislam saja tanpa adanya kepemimpinan atau sebaliknya, ini menunjukkan pentingnya adanya pemimpin.

Konsep kepemimpinan dalam Islam memiliki dasar-dasar yang sangat kuat dan kokoh yang bukan saja dibangun dari nilai – nilai ajaran Islam, namun telah dipraktekkan sejak berabad-abad yang lalu oleh nabi Muhammad SAW, para Shahabat dan al-Khulafa’ al-Rasyidin, yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunnah, serta berkembang dinamis karena dipengaruhi oleh kondisi sosial, politik dan budaya.

Pemimpin yang ideal adalah yang memenuhi kriteria seorang pemimpin, baik darisegi intelektual, keagamaan, pengalaman, kepribadian, kecakapan dan lain sebagainya, sehingga mempengaruhi kinerja kepemimpinannya. Dalam Islam pemimpin ideal telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, sosok pemimpin yang bergerak dalam berbagai aspek, pemimpin yang dijadikan sari tauladan bagi semua, akan tetapi banyak dari pemimpin-pemimpin saat ini menjauh dari apa yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

Tipe pemimpin ideal adalah pemimpin yang mempunyai akhlak, yang disebut sebagai pemimpinsejati. Pemimpin yang adil, serta memiliki integritas, penguasaan dalam bidang ilmu negara dan agama. Intelektualitas , agama, dan akhlak memiliki pengaruh dan peranan besar pemimpin, serta mampu mengobati kehancuran dan kerusakan dalam diri bangsa Indonesia dan membawa masyarakat yang adil makmur dengan ditopang moral yang bersendikan agama. Dalam keterangan sebuah hadits yang artinya “sesungguhnya aku (nabi Muhammad SAW) diutus untuk mnyempurnakan akhlak yang mulia”.

Sebagai pemimpin teladan yang menjadi model ideal pemimpin, Rasulullah dikaruniai empat sifat utama, yaitu: Sidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah. Sidiq berarti jujur dalam perkataan dan perbuatan, amanah berarti dapat dipercaya dalam menjaga tanggung jawab, Tablig berarti menyampaikan segala macam kebaikan kepada rakyatnya dan fathonah berarti cerdas dalam mengelola masyarakat. Inilah model kepemimpinan ideal dalam Islam, yang semuanya itu (Sidiq, Amanah, Tablig dan Fathonah) tercerminkan dalam tingkah laku dan akhlak dari pemimpin tersebut.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas