Pilar Dakwah

Oleh : Nur’alim

Penulis mengambil teori dari tiga pilar dakwah yang sangat relevan dikembangkan sebagai salah satu metoda jalan dakwah PII diranah memperjuangkan kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan syariat islam bagi segenap bangsa Indonesia. Tiga pilar dakwah tersebut ialah:

1.Masjid

Masjid merupakan tempat utama dalam agama Islam yaitu sebagai pusat ibadah dan kebudayaan Islam. Seperti yang kita ketahui, masjid merupakan tempat yang mulia dikarnakan masjid merupakan rumah Allah SWT. Masjid merupakan titik tempat berkumpulnya orang-orang shaleh yang hatinya selalu terpaut dengan Allah SWT.dalam hal beribadah maka penting bagi kita sebagai kader PII agar memakmurkan masjid dan menjadikan masjid salah satu juag dakwah kita agar semakin dekat dengan rahmat Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat membangun masjid di tengah kota Madinah, yakni Masjid Nabawi yang kemudian menjadi pusat aktifitas Nabi dan pusat kendali seluruh masalah umat muslimin. Di antara pusat masjid yang dijadikan pusat penyebaran ilmu dan pengetahuan adalah Masjidil Haram, Masjid Kuffah, dan Masjid Basrah.

Oleh karna itu, dengan melihat realitas saat ini semakin keimanan remaja bertambah jika pemuda tersebut dekat dengan nilai-nilai ketuhanan Allah SWT maka akan semakin dekatlah untuk terwujudnya Izzul Islam Wal Muslimin dimuka bumi ini.

2.Pesantren

Jika berkacata dari sejarahnya PII maka akan sangat berhubungan ketika dikaitkan PII dengan pesantren. Untuk itu, pesantren merupakan salah satu pilar dakwah dikarnakan dipesantren remaja di didik agar menjadi santri yang paham dengan agama Islam dan mampu mendakwahkan Islam dengan ilmu yang didapatinya.

Pesantren merupakan tempat remaja menempuh pendidikan akademik yang bukan hanya ada sekolah. Tapi didalamnya juga ada asrama dan juga masjid yang mengkombinasikan karakter kemandirian, ketaatan terhadap perintah Allah SWT dan juga  yang cerdas secara ilmu agama dan dunia

Pesantren mempunyai tiga komponen yang sangat fundamental untuk membentuk karakter pribadi muslim, cendekia, dan pemimpin sesuai dengan karakter kader ideal yang dicita-citakan Pelajar Islam Indonesia. Tiga komponen pesantren mempunyai

a). Masjid bertujuan untuk membina ibadahnya agar menjadi pribadi yang dekat dengan sang pencipta dan pembangunan masjid itu juga bertujuan untuk dimakmurkan, dipelihara, dan diurus. Maka pesantren akan ada tiga komponen tersebut untuk membangun ranah perjuangannya.

b) Asrama bertujuan untuk dibangun akhlaknya melalui wali asrama dan juga ustadz-ustadz pembimbing agar menjadi remaja yang santun dan berbudi pekerti.

c) Sekolah bertujuan untuk dibina ilmu pengetahuannya melalui perantara guru-guru yang akan mengantarkan remaja untuk cerdas secara IPTEK.

Isi ajaran inti pesantren yakni Pilar-pilar abadi kehidupan dan nilai-nilai abadi kehidupan yang harus tegak dan ditegakkan seperti:

  1. Islam
  2. Syariah, Hukum Islam
  3. Quran
  4. Bahasa Arab
  5. Iptek
  6. Kemasyarakatan
  7. Keindonesiaan.

3.Kampus

Kampus merupakan tempat berprosesnya mahasiswa dalam menempuh pendidikan akademik, dalam dunia kampus juga bisa kita lihat banyak sekali problem yang membuat dakwah kampus sangat diperlukan oleh karna itu PII sebagai wadahnya pelajar yang juga akan terjun kedunia kampus mempunyai kewajiban untuk mendakwahkan agar terwujudnya zIzzul Islam Wal Muslimin dalam dunia kampus terkhususnya.

Tiga hal penting dalam Perguruan Tinggi (Tri Darma Perguruan Tinggi):

1.Tatap Muka

Dalam proses belajar, mahasiswa akan dibimbing untuk menjadi pribadi intelek melalui ilmu yang diberikan dosen melalui proses tatap muka dalam proses belajar mengajar diruang kelas

2. Mandiri

Mahasiswa dalam proses belajarnya akan lebih banyak berfikir dan memahami setiap mata kuliah yang diberikan dosen secara mandiri. Tujuannya agar mahasiswa lebih banyak membaca serta memahami literatur-literatur untuk dapat didiskusikan diruang kelas nantinya.

3.Pengabdian Masyarakat

Mahasiswa pada masa proses studinya akan diberikan waktu untuk mengabdi atau KKN untuk mengaktualisasikan ilmu yang didapatkan diruang kelas agar bermanfaat bagi masyarakat dan juga untuk mempraktekkan ilmu yang didapatkan dibangku perkuliahan.

Jadi, penulis merumuskan kearah konsep 3 pilar dakwah tadi berkaitan dengan semakin kompleksnya problematika Pelajar Islam Indonesia dalam memperjuangkan Izzul Islam wal Muslimin dalam ranah pendidikan dan kebudayaan.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas