Pemimpin Ideal Idaman Generasi Milenial

Oleh: Atik Khunaifah

Hal pertama yang terbesit ketika membaca atau mendengar kata pemimpin biasanya merujuk pada presiden, pemerintah, dan sejenisnya yang berkaitan dengan pemangku jabatan tinggi dalam sebuah negara. Padahal, pengertian pemimpin tidak hanya mereka yang berada di kursi tinggi pemerintahan. Seperti kita ketahui dalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, yang mengatakan bahwa setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Maka dapat ditarik garis tengahnya bahwa yang disebut pemimpin adalah setiap orang yang mampu mempengaruhi orang lain dalam suatu kelompok atau komunitas. Sehingga pemimpin adalah mereka yang mampu mengendalikan nafsunya untuk kepentingan bersama.

Berbicara mengenai seorang pemimpin, kita sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah sebaik-baiknya pemimpin. Hal ini bisa kita lihat dari bukti-bukti yang terhimpun dalam al quran dan hadist yang dijabarkan lebih jelas oleh ijma` dan qiyas. Banyak kisah-kisah yang menggambarkan bahwasannya Rasulullah adalah tauladan yang baik yang memiliki gaya kepemimpinan sesuai yang diharapkan umat muslim. Beliau bisa mengayomi umatnya yang notabenenya beragam suku dan agama. Seperti kita lihat pada penyatuan kaum Anshar dan Muhajirin yang sedang bersekutu. Masih bayak lagi kebijakan-kebijakan yang dilakukan Rasulullah selama menjadi pemimpin umat Islam.

Islam menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah unsur yang tidak bisa dihindari dalam hidup. Karena sudah menjadi fitrah manusia sebagai makhluk sosial dan membutuhkan seorang figur pemimpin. Istilah dalam Al-Quran terkait seorang pemimpin sangat beragam, diantaranya khalifah, imam, dan ulil amri. Ada beberapa standar yang dijadikan kriteria seorang pemimpin, yaitu adil, amanah, musyawarah, dan amar ma`ruf nahi munkar. Saya rasa keempat sifat tersebut sangat pas dijadikan tolok ukur kelayakan pemimpin.

Konsep kepemimpinan Indonesia adalah sebuah negara yang plural, didalamnya terdapat berbagai suku, bahasa, adat, agama, dan budaya. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 269 juta jiwa, tentu dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu merawat rakyatnya dan melaksanakan administrasi negara. Sehingga menjadi pemimpin tidaklah mudah, ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh kandidat pemimpin. Oleh karena itu, perlu pembekalan yang cukup untuk menjadikan seseorang sebagai pemimpin yang ideal. Dimana ia memiliki berbagai kemampuan baik dari segi keilmuan maupun praktik. Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia tentu memiliki andil penting dan sumbangsihnya untuk Indonesia. Banyak umat muslim yang dijadikan pemimpin di daerahnya. Oleh karena itu, umat muslim harus sadar akan peran penting dirinya, pemimpin tidak selalu dalam bentuk jabatan,  tetapi bisa diartikan sebagai perilaku yang mencerminkan figur pemimpin. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi hal penting yang sudah seharusnya dikuasai muslim.

Saat ini, penduduk Indonesia didominasi pemuda-pemuda usia produktif atau yang akrab disebut milenial. Banyaknya kasus yang sedang menghampiri Indonesia memaksa pemuda untuk kritis dan solutif terhadap keadaan. Segala bentuk kebijakan pemerintah yang kurang sesuai atau tidak memihak rakyat harus dievaluasi. Hal ini tentunya untuk memajukan kesejahteraan rakyat agar mendapatkan haknya. Tentunya rakyat juga harus patuh terhadap pemimpinnya jika telah berada dalam jalan yang benar dan sesuai dengan Islam. Dengan begitu, keseimbangan dalam tata pemerintahan akan terjalin dan melahirkan pemimpin menjadi idaman generasi milenial serta warga negaranya.

Tanpa kita cari, fakta telah terlihat jelas didepan mata bahwa kondisi Indonesia saat inibisa dikatakan sedang sakit. Banyaknya kasus korupsi, diskriminasi, kekerasan, dan masih banyak lagi permasalahan yang belum bisa ditangani oleh pemerintah. Meskipun sebenarnya itu merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, pemerintah dan pejabat yang akan menjadi kambing hitam dari permasalahan tersebut. Ketika masalah datang dan beliau tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayahnya, kecaman masyarakat akan menyerbu dirinya. Maka hati yang tangguh harus dimiliki pada setiap pemimpin,. Sehingga ketika ia dihadapkan pada permasalahan terlebih dalam ranah yang besar, ia tidak hanya retorika, tetapi menunjukkannya dengan karya. akan menjawab dengan kata-kata atau re

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas