Kedudukan Adab dalam Pendidikan Islam

Oleh: Mukhlas Nasrullah

Berbicara tentang adab tidak terlepas dari pembicaraan mengenai sikap dan perilaku seorang manusia. Adab bisa dikatakan salah satu cerminan dari sebuah amal seseorang, yang mana amal adalah salah satu pokok dalam ajaran islam setelah iman dan ilmu. Adab sendiri memiliki kedudukan yang penting dalam islam. Saking pentingnya adab, seorang ulama bernama Syaikh Ibnu Mubarak, berkata, “Aku belajar adab 30 tahun lamanya, sedang aku belajar ilmu hanya 20 tahun lamanya.” Kata “hanya” di sini menunjukan bagaimana lebih mudahnyaseorang belajar ilmu dibandingkan belajar adab.

Seperti yang telah dikatakan oleh Syeikh Ibnu Mubarak, ada keterkaitan antara adab dengan ilmu. Ilmu dan adab adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ketika seseorang inginmendapatkan ilmu, merunut kepada apa yang dikatakan Syeikh Ibnu Mubarak, maka terlebih dahulu seyogyanya seseorang tersebut mempelajari adab. Dengan mempelajari adab, keberkahan suatu ilmu itu bisa didapatkan karena nilai dari sebuah ilmu itu terletak apakah ia bermanfaat atau tidak. 

Menurut Dr. Ahmad Alim, Lc., M.A., bahwa pengantar kebermanfaatan sebuah Ilmu adalah adab. Seringkali kita temukan bagaimana orang yang sangat pandai tapi tidak beradab, tidak menghargai guru, misalnya. Orang tersebut memang akan dikenal sebagai orang yang cerdas, pintar dan berilmu. Tapi coba kita amati, seringkali ilmunya hanya bermanfaat kepada dirinya sendiri, tidak bermanfaat untuk orang lain. Bahkan dalam kasus lain, ilmu yang ia miliki digunakan untuk menzhalimi orang lain. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawabannya karena tidak ada keberkahan dalam ilmu tersebut yang menyebabkan ia tidak memiliki kebermanfaatan untuk orang lain.  

Menurut penulis, salah satu sebab mengapa Indonesia tidak bisa maju dikarenakan adab itu tadi. Kalau Syed Naquib Al Attas mengistilahkannya sebagai “Lost of Adab”. Itulah yang menyebabkan banyaknya korupsi di kalangan pejabat. Ilmu yang dimilikii pejabat tersebut yang seharusnya digunakan untuk kemajuan bangsa, malah digunakan untuk mencuri uang rakyat. Ilmu yang mereka miliki tidak ada keberkahan di dalamnya.

Sudah seharusnya pemerintah sekarang fokus bagaimana membangun adab terutama dalam dunia pendidikan. Mulai dari hal-hal kecil seperti sikap jujur dan jangan mencontek. Terlihat kecil dan remeh temeh tapi memiliki implikasi yang besar kedepannya. Dan juga mengubah orientasi pendidikan yang masih terpaku pada aspek nilai, bukan kemampuan seseorang tersebut. Sehingga orang akan berlomba-lomba meraih nilai dengan segala cara tanpa mempertimbangkan baik dan buruknya. (Fn)

 

 

 

 

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas