Ilmu Agama yang Utama

Oleh: Veliana Yolanda

Ilmu itu bagaikan cahaya, yang dapat menyinari hati setiap manusia, ilmu disini yang dimaksudkan adalah ilmu agama. Tapi saya tidak pula bermksud bahwa mempelajari ilmu pengetahuan dunia itu adalah sia-sia, selagi ilmu itu dapat memberikan kebermanfaatan kepada diri sendiri dan umat manusia justru itu lebih baik.

Abu Darda’ berkata: “Aku pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: “Sesiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan perjalanannya menuju Syurga. Malaikat akan menaungi penuntut ilmu dengan sayapnya kerana redha terhadap perkara yang dia lakukan. Semua penghuni langit dan bumi akan memohon ampun bagi mereka yang memiliki ilmu pengetahuan, demikian juga ikan di dalam air. Keutamaan seseorang yang berilmu pengetahuan atas seorang ahli ibadah bagaikan bulan dengan sekumpulan bintang. Ketahuilah bahawa ulama’ adalah pewaris para Nabi. Dan para Nabi tidaklah mewariskan wang dinar mahupun dirham (harta), melainkan ilmu. Maka sesiapa yang mengambilnya, maka dia telah mendapatkan keberuntungan yang sangat besar.” (Hadis riwayat Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, Baihaqi, dan Ibnu Hibban)

Berdasarkan hadits tersebut, ternyata ilmu adalah harta yang sangat berharga melebihi harta lainnya, Para nabi tidak mewariskan hartanya yang berupa dinar ataupun dirham, melainkan ilmu agama yang suci lagi mulia ini. Biarpun ilmu agama adalah hal yang paling utama untuk dipelajari, tidak pula menghalangi kita untuk mempelajari ilmu pengetahuan dunia, jika ilmu keduniaan dapat melahirkan seorang doktor, profesor, usahawan dan lain-lain maka silahkan. Tidak pula kita malah terfokus untuk mempelajari ilmu agama saja, atau ilmu dunia saja.

Dan yang terjadi saat ini adalah ketidakseimbangan antara ilmu dunia dengan ilmu agama. Kurikulum pendidikan sekarang hanya menuntun kita untuk menjadi intelektual berdaya saing tinggi, namun pada hal akhlak dan adab, atau bahkan ilmu agama mereka sangat rendah. Itulah yang menjadi problem pendidikan kita saat ini.

Di Indonesia sendiri, mayoritas orang tua lebih bangga kepada anaknya yang pintar dalam hal ilmu pengetahuan dunia, bangga anaknya menang lomba, bangga ketika anaknya menjadi seorang insinyur, doktor, pengusaha sukses. Namun malah abai dengan anaknya yang tidak mengerti dengan ilmu agama, abai ketika anaknya tidak bisa membaca al-qur’an. Salah satu penyebabnya karena standar keilmuan di indonesia khususnya adalah pada ilmu pengetahuan umum, dan bukan ilmu agama. Banyak orang zaman sekarang yang menganggap mempelajari ilmu agama itu adalah sesuatu yang dianggap remeh dan sia-sia, karena berperspektif bahwa yang dibutuhkan di dunia ini adalah ilmu pengetahuan dunia, yang dibutuhkan dalam mencari pekerjaan adalah ilmu dunia. Ini adalah salah satu pendangkalan pemikiran terhadap keyakinan pribadi menurut saya.

Solusi menurut saya ya kita kembali kepada metode pendidikan ala islam. Nah, seperti apa sih metode pendidikan islam itu sendiri?

  • Metoda diakronik

Adalah suatu metoda mengajar agama Islam yang menonjolkan aspek sejarahnya. Metoda ini dapat berguna untuk mengetahui kecenderungan agama islam dari masa ke masa sampai sekarang yang mungkin dapat merupakan bimbingan bagi pemikiran keagamaan di masa yang akan datang.

Sebenarnya metoda ini tidak hanya merupakan metoda belajar-mengajar agama dari segi kronolohi waktunya, akan tetapi juga merupakan satu metoda yang dapat membandingkan berbagai pendapat para ahli dari masa ke masa sesuai dengan kondisi dan situasinya pada saat itu.

  • Metoda sinkronik-analitik

Adalah memberikan kemampuan analisa teoritis yang sangat berguna bagi perkembangan keimanan, mental-intelek. Teknik yang biasa dipakai adalah teknik diskusi, seminar, lokakarya, resensi buku, dll. Metode ini nampaknya banyak dipakai di kalangan dosen dan intruktur karena memang relatif meringankan. Namun kelemahannya adalah kurangnya kesempatan mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang dipelajarinya.

  • Metoda pemecahan masalah

Yaitu latihan untuk pelajar yang dihadapkan kepada berbagai masalah suatu cabang ilmu dengan alternatif penyelesaiannya. Metoda ini membutuhkan semacam work book yang sudah disiapkan, yang merupakan test practices dengan kunci jawabannya sedapat mungkin disusun dalam buku terpisah. Kelemahannya adalah perkembangan berfikir mahasiswa mungkin hanya ada dalan suatu kerangka yang sudah tetap dan akhirnya bersifat  mekanistis. Metoda ini lebih merupakan cara penguasaan keterampilan dari pada pengembangan mental-intelektual.

  • Metoda empiris

Ialah suatu cara mengajar yang memungkinkan pelajar untuk mempelajari ilmu agama melalui proses realisasi dan aktualisasi tentang norma-norma dan kaidah agama melalui suatu proses aplikasi yang menimbulkan suatu interaksi sosial. Kemudian secara deskriptif proses interaksi tersebut dapat dirumuskan dalam suatu sistem norma baru (pembaharuan).

            Memang diakui bahwa penggunaan satu macam metoda sebagai satu-satunya alternatif yang dilaksanakan secara murni sulit ditemukan. Oleh karena itu terbukalah pendekatan ulama kepada suatu metoda tertentu tanpa mengabaikan sama sekali kemungkinan turut campurnya metoda-metoda lainnya. Apabila hal ini terjadi dalam suatu imbangan proporsi yang agak seimbang maka lahirlah metoda yang ke (5) yaitu yang diesebut metoda aneka sumber atau  selective method. Metoda ini secara bebas menggunakan berbagai sumber metoda yang ada.

Tugas kita saat ini adalah muhasabahlah diri sejenak, sedalam melebihi ilmu ukhrawi? Tepuk dada, tanyalah Iman kita. Punyai ilmu agama tidak bermakna kita tidak boleh menjadi seorang doktor, jurutera, usahawan dan sebagainya. Betulkan persepsi kita dan hayatilah ilmu Islam yang indah dan luas aspeknya. Maka dengan itu, ummah mampu melahirkan doktor, jurutera mahupun usahawan yang soleh dan solehah. Itulah yang terbaik.mana ilmu akhirat kita berbanding ilmu duniawi yang kita belajar sejak dari sekolah hingga ke universiti. Adakah kedua-duanya seimbang? Atau adakah ilmu duniawi menguasai hidup kita

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas