Gerakan Perempuan Ideal Zaman Now(?)

 

Oleh: Aisyah Chairil, S.H

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan sholat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah: sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah: 71)

Dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dan bertaqwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka kelak kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah (Al-lail:3-4).

Refleksi

 

Aku berpikir tentang gerakan tapi mana mungkin kalau diam?

Wiji Thukul

Sebagai pemuda Indonesia kita memiliki sejarah umum (‘am) yang ditandai dengan kehadiran pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara. Dasar yang lahir dari fikiran-fikiran kuat dan kerendahan hati orang Islam pada 70-an tahun silam. Dan dasar kehidupan bernegara ini eksistensinya masih mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia khususnya para pemuda. Berbicara soal pemuda, Ir. Soekarno, bapak proklamator bangsa Indonesia pernah menawarkan kepada putra-putri terbaik bangsa ini, beri aku seribu orang tua maka akan aku cabut sumeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda maka akanku goncangkan dunia, dan pastikan akulah salah satu orangnya. Isyarat ini menjelaskan bahwa kehadiran pemuda menjadi oksigen di negara Indonesia, youth today is leader tomorrow.

Estafet dan kompas masa depan negeri ini terletak pada kualitas pemudanya hari ini. Sepanjang kemerdekaan RI ini telah hadir banyak pemimpin besar yang menjalankan tugasnya sebagai pemimpin atau khalifah di muka bumi ini.¹ Sebagai bagian dari calon pemimpin negeri ini, kehadiran dan peran perempuan tidak bisa dihapus dari sejarahnya. Lalu bagaimana peran perempuan dalam mempertahankan kemerdekaan negara hari ini? Akibat ulahmukah kita kembali terjajah atau sebaliknya sebabmu pula negara ini menjadi semakin mulia?

 

Kondisi hari ini

Setelah melewati masa yang ‘am, kita hari ini sedang menempuh masa yang khusus (khas). Masa ini ditandai dengan evolusi Industri, revolusi Indutri 4.0 yang pemudanya dikenal sebagai generasi Millenial atau generasi Y yang berumur 17-37, generasi yang identik dekat dengan teknologi. Prof. Renald Kasali justru menyebutnya sebagai generasi Strawberri, generasi Menawan, cover luarnya terlihat bagus, namun ketika dibenturkan dengan sedikit masalah saja, mereka tak mampu untuk berbuat apa-apa. Ya sebagaimana layaknya buah strawberry. (Renald Kasali: Generasi Strawberry).

Selain itu generasi hari ini juga kelabakan dalam menghadapi Post truth. Sebuah situasi yang penuh dengan subjektifitas dan emosional. Informasi yang sifatnya objektif by evidence ternyata di manipulasi kebenarannya demi kepentingan dan keuntungan. Fenomena yang pernah terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1992. Steve Tesich, seorang penulis keturunan Serbia Amerika melihat sebuah situasi dimana informasi yang hadir situasi politik negara tidak lagi bersifat objektif dan benar sehingga ia memprediksikan hal ini akan terjadi pada dunia international dana akan memuncak pada tahun 2016 keatas.

Indonesia menjadi salah satu negara yang tengah menghadapi Post Truth dimana penjajahan akal terjadi sehingga Hoax bertebaran dimana-mana, kita kehilangan the real issue, kita lemah tak berdaya untuk mengkonfirmasi kebenaran, dan tak jarang kita generasi muda terjebak untuk menari-nari di gendangan orang lain. Dan inilah yang membuat kita generasi muda harus berhati-hati terutama kaum perempuan negeri ini dalam merespon derasnya informasi.

Belum genap satu Abad usia pemuda bangsa Indonesia (1928-2020), tantangan yang lebih nyata sudah mendesak di depan mata. Bonus Demografi,² Sebuah Grand Issue yang akan mewarnai bangsa Indonesia kedepan.

Syarifah Gustiawati Mukri dalam buletin hukum dan keadilan menyatakan bahwa Indonesia harus fokus pada program pembangunan Sumber Daya Manusia, yaitu program menanam manusia untuk 25 Tahun ke depan sebagai wujud Intellectual capital dan memanennya 30-40 tahun berikutnya. Program pengembangan potensi sumber daya pemuda tersebut menjadi prioritas untuk kemajuan bangsa. Semuanya harus disiapkan jika tidak bonus demografi akan menjadi bencana besar untuk sebuah bangsa yang besar. (Syarifah, GM: 51-52).

Secara historis gerakan perempuan khususnya dalam ranah publik sebagai putri bangsa yang besar ini, jauh dimulai sejak kemerdekaan RI. Seiring perkembangan zaman, tentu beragam pula persoalan yang berkaiatan dengan issue perempuan.

Kajian gender kian masif di berbagai perguruan tinggi, komunitas-komunitas perempuan baik kalangan pelajar sudah mengenal issue kesetaraan gender dan feminisme yang menjadi central issue sejak reformasi yang ditandai dengan berdirinya lembaga pemerintahan yang concern dalam menangani persoalan seputar perempuan.

Secara fitrah perempuan dipahami sebagai orang yang bertanggung jawab dalam menjalankan peran domestik, namun sebetulnya secara kiprah perempuan juga berperan dalam ranah publik. Hal ini merupakan pemaknaan perempuan sebagai khlaifah/pemimpin di muka bumi ini.

Untuk berkiprah di dunia publik setidak-tidaknya perempuan mampu dalam melalui tantangan hari ini, yang dimulai dari pendidikan dan pembinaan dalam keluarga sehingga terbentuk pemahaman akan pentingnya penanaman nilai-nilai adab, iman dan ilmu. Sehingga ketika perempuan terjun ke ranah publik baik dalam bidang sosial, ekonomi dan politi telah memiliki bekal keterampilan, pengalaman, pergaulan danyang terpenting ilmu, karena gerakannya berdasarkan pada Literasi dan pemahaman terhadap apa yang dibaca. Harapannya iapun mampu menjadi figur dan teladan bagi orang-orang disekitar dan generasi penerus.

Maka bagaimana peran/ gerakan perempuan ideal masa kini?

  1. Memperkuat Aqidah dan identitas diri
  2. Memahami Ideologi
  3. Memperkuat literasi
  4. Memperbanyak kolaborasi
  5. Mengkader generasi
  6. Eksistensi dengan esensi

Kita punya sejarah peradaban Islam, kita punya sejarah nusantara, maka kapan kita akan membuat sejarah kita sendiri?


  1. Lihat Q.S Al-baqarah:30.
  2. Bonus demografi: suatu fenomena dimana struktur penduduk sangat menguntungkan dari sisi pembangunan karena jumlah penduduk usia produktif lebih besar, sedangkan proporsi usia muda jauh lebih kecil dan proporsi usia lanjut belum banyak.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas