Transformasi Nilai-Nilai Islam Terhadap Budaya Minangkabau

Oleh : Nur’alim

Penulisan essay ini bertujuan untuk melihat pengaruh nilai-nilai Islam terhadap budaya lokal, maka penulis tertarik untuk menulis serta mengkaji secara singkat nilai-nilai budaya lokal dari budaya minangkabau dikarnakan budaya minang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai ajaran Islam. Konsep dari ajaran Islam lebih kurang menggeser pemikiran mistis kearah pemikiran rasional

Bukti bahwasannya budaya minangkabau sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam bisa terlihat dari falsafah adatnya yakni “ADAT BASANDI SYARA’ SYARA’ BASANDI KITABULLAH. Falsafah ini membawa spirit bahwa adat minangkabau sesuai dengan ajaran Islam dan ajaran Islam harus sesuai dengan kitab Al-Qur’an

Proses Islamisasi tidak berjalanan mulus. Namun Islam sebagai identitas etnis semakin kuat. Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi kitabullah tidak merombak semua nilai-nilai, pandangan hidup dan juga prinsip hidup masyarakat. Pandangan dan nilai luhur tetap dijaga dan dipelihara

Perilaku menyimpang memang ditentang, akan tetapi islam memperkukuh prinsip alam takambang jadi guru. Kecendrungan dalam gejala alam (yang dalam dunia ilmiah dinamakan teori) dan hukum alam dan kehidupan manusia, oleh Islam dinamakan sunnatullah atau ayat-ayat Allah SWT

Adat dan budaya yang mementingkan alam takambang jadi guru serta sopan santun sehingga orang minang harus tau di nan ampek (tahu kata mendaki, kata mendatar, kata menurun dan melereng) pada hakekatnya adalah pandangan pentingnya memperdayakan panca indera, akal, dan perasaan serta hati nurani dalam memahami alam dan kehidupan

Bukti kuatnya ajaran Islam dalam menerapkan pengaruhnya terhadap falsafah adatnya bisa terlihat dari konsep pendidikan karakter Islam non formal yakni pemuda belajar di masjid untuk mempelajari ilmu agama dan ilmu dunia

Surau  merupakan salah satu institusi pendidkkan utama dalam kehidupan masyarakat minangkabau dan merupakan ciri khas serta lambang keberadaan suatu suku. Pada awalnya surau dibangun sebagai tempat ibadah dan kemudian menjadi tempat bermalam.

Surau mempunyai dua makna dalam poin bermalam

  1. Bermalam berarti tidur dan tidur dimalam hari
  2. Bermalam berarti belajar dan menuntut ilmu pengetahuan

Belajar dalam konteks disini merupakan sebagai proses pendewasaan generasi muda yang representatif dan pemimpin yang bertanggung jawab

Surau menjadi bukti bahwa kedatangan Islam ke minangkabau menyempurnakan pendidikan lokal yang sudah ada. Surau tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh adat yang arif dan bijaksana akan tetapi melahirkan tokoh-tokoh adat yang beragama dan ulama yang ahli adat.

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas