Transformasi Nilai-Nilai Islam Melalui Budaya Panjang Maulid Nabi di Banten

Oleh : Iis Rohmayanti

Indonesia merupakan negara yang pluralis-multikultural (majemuk). Masing-masing masyarakat Indonesia mempunyai latar belakang sejarah dan kehidupan yang berbeda-beda. Indonesia juga merupakan negara yang beragam  suku, agama, dan bahkan budaya yang dilmliki Indonesia sangat beragam. Di era milenial sekarang ini, penting adanya sebuah perubahan dalam nilai-nilai islam melalui budaya lokal.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), budaya dapat diartikan sebagai pikiran akal budi dan adat istiadat. Budaya juga merupakan salah satu cara hidup yang terus berkembang dan dimiliki bersama oleh suartu kelompok atau orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan nilai budaya menurut Koentjaraningrat kristalisasi dari lima masalah pokok dalam kehidupan manusia, yakni: hakikat dari hidup manusia, hakikat dari karya manusia, hakikat dan kedudukan manusia dalam ruang dan waktu, hakikat dari hubungan manusia dengan alam sekitar, hakikat dari hubungan manusia dengan sesamanya (Syifa. 2019). Dari kelima nilai budaya diatas menjadi pokok dalam kehidupan manusia.

Menurutnya terdapat unsur-unsur yang membentuk budaya dari kearifan lokal yaitu: manusia, gagasan yang bernilai baik,kebenaran yang telah mentradisi, dalam budaya dan kearifan lokal, nilai agama tidak bisa dipisahkan begitu saja. Ada banyak budaya yang mengandung nilai-nilai agama.

Dalam perkembangan dakwah islam di Indonesia para da’i mendakwahkan ajaran islam melalui bahasa budaya, sebagaiman dilakukan oleh para wali. Banyak tradisi masyarakat Indonesia yang bernuansa islami, biasanya tradisi tersebut dilaksanakan untuk memperingati hari besar umat islam, misalnya perayaan sekaten yang diselenggraakan untuk menyambut mauled nabi, ada juga perayaan yang dimaksudkan untuk memperingati perjuangan penyebaran ajaran islam (kalsel.kemenag.co.id). Contoh budaya lokal yang berkembang dan mentransformasi nilai-nilai islam, yaitu di Banten seperti perayaan maulid nabi yang sudah menjadi tradisi di setiap tahun pada bulan maulid, wayang garing dan seren taun.  

Pada perayaan maulid nabi di Banten menggunakan panjang yang berisi banyak sembako dan makanan dengan bermacam-macam di dalamnya. Dalam sejarahnya menurut (tradisi panjang maulid konon diwariskan sejak jaman sultan ageng tirtayasa. Panjang mulud adalah tempat untuk mengangkat makanan, yang dibagikan pada perayaan maulid nabi atau hari lahir Nabi Muhammad SAW. (Said. 2016)  dzikir maulid juga termasuk budaya di Banten yang mengandung nilai-nilai islam.

Nilai –nilai islam yang terkandung dalam budaya lokal diharapkan menjadi pembelajaran bagi setiap orang khususnya bagi masyarakat Banten. Menjadi tantangan sendiri untuk lebih mengenal budaya lokal yang mencirikan perubahan bagi nilai-nilai islam.

Referensi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Hasani Ahmad Said. 2016. Islam dan Budaya di Banten. Jurnal

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas