Islam Sebagai Solusi Permasalahan Lingkungan Hidup

0Shares

Oleh : Faza Fatiyurrobbany dan Gusti Rian Saputra

Kesadaran mengenai krisis lingkungan hidup biasanya dianggap bermula sejak terbitnya tulisan Rachel Carson, yang berjudul “Silent Spring” pada tahun 1965. Sedangkan kesadaran secara luas tentang ancaman terhadap lingkungan hidup baru lahir pada awal tahun tujuh puluhan setelah diadakan Konferensi Stockholm mengenai “Lingkungan Hidup Manusia” dengan diterbitkannya “A Blueprint For Survival” dari The Ecologist, dan laporan pertama untuk Club of Rome yang berjudul “The Limits to Growth”.[1]

Krisis tentang lingkungan hidup dalam bentuk pengerusakan dan pencemaran dapat dilihat dalam laporan Konferensi Tingkat Tinggi Bumi (Earth Summit) di Rio de Jeneiro Brazil pada awal juni 1992, yang dihadiri oleh seratus kepala negara dan 30.000 peserta yang terdiri dari ahli lingkungan hidup, ekonom sampai budayawan dan seniman. Menurut laporan tersebutdalam kurun waktu dua puluh tahun belakangan ini planet bumi tempat tinggal ummat manusia telah kehilangan hutan dan pepohonan seluas 200.000.000 hektar, dan 50.000.000 ton lapisan tanah subur telah lenyap.[2] Danau, sungai, bahkan lautan telah berubah menjadi got raksasa dan gudang limbah. Puluhan spesies binatang dan tumbuhan yang hidup bersama manusia sekarang mulai punah. Ancaman dari CO2 dan gas beracun lainnya yang dihasilkan dari cerobong-cerobong asap industry di negara-negara maju, dimana perkapita, tiap kepala menghasilkan CO2 dari energy yang dipakainya 10 kali lipat lebih banyak dari negara-negara berkembang. Jika sisa gas beracun perkapita di China dan India saja setara dengan Perancis, maka emisi yang meliputi seluruh dunia akan melompat mendekati angka 70 %. Bila itu terjadi, konon lapisan Ozon penyerap ultra ungu sinar matahari akan berlubang seluas benua Amerika.

Selain permasalahan diatas, ada berbagai permasalahan akibat perbuatan tangan manusia lainnya, seperti tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan penggundulan hutan. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya bencana alam dimana-mana.

Islam merupakan agama yang memberikan rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil’alamin). Islam tidak hanya diperuntukkan bagi pemeluknya saja. Akan tetapi, diperuntukkan bagi seluruh makhluk hidup ciptaan Allah swt. Muslim sebagai subjek agama, tentunya perlu memahami konsepsi tentang kehidupan tersebut.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup tanpa manusia atau makhluk yang lain. Seperti halnya alam semesta. Manusia dan alam merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.Manusia tidak dapat hidup tanpa alam, karena alam merupakan salah satu komponen penting yang ada dalam kehidupan.Keduanya memiliki sumbangsih masing-masing, dalam menjalani roda kehidupan.

Peran dan solusi Islam dalam menyikapi lingkungan hidup

Islam hadir dengan menjadi sebuah petunjuk bagi manusia. Melalui sumber hukum Al-Qur’an dan Hadis Allah berikan sebuah pedoman hidup bagi manusia. Pedoman tersebut terdiri dari dua hal, perintah dan larangan. Sejatinya Allah telah memperingatkan kepada manusia agar dapat menjaga lingkungan dan dengan tidak merusaknya. Seperti dalam surah Al-baqarah ayat 11  Allah SWT berfirman: “Dan dikatakan kepada mereka “ Janganlah kamu merusak dimuka bumi !!!” mereka menjawab, “ Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan” kemudian dilanjutkan ayat 12 yang berbunyi : ”Ingatlah sesungguhnya mereka yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.”

Dari firman Allah ini, sejak dahulu sebetulnya agama islam telah memprediksi bahwa manusialah yang akan menjadi perusak bumi itu sendiri. Maka dari sinilah Islam menempatkan penjagaan kebersihan atau lingkungan dalam aspek yang sangat masuk dalam iman. Dalam hadist Rasulullah bersabda:

 “Kebersihan adalah sebagian dari iman”

Allah sebetulnya juga menjelaskan secara gamblang bahwa kerusakan dimuka bumi ini akan menjadi sebuah pembelajaran bagi manusia, agar manusia kembali menjaga lingkungan. Dalam QS. Arrum 41:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”

Maka islam paling tidak secara sederhana memberi solusi satu – satunya cara agar alam menjadi tidak rusak adalah dengan tidak merusaknya, dan kembali menjaganya.


[1] Zianuddin Sardar, Rekayasa Masa Depan Peradaban Muslim (terjemahan), Mizan, Bandung, 1986, hal. 100.

[2] Djailani, Abdul  Qadir, Pandangan isam tentang Lingkungan Hidup, pt bina ilmu,Surabaya, 1993, hal. 2.

0Shares

Read Previous

Ikhlas : Kemurnian Hati

Read Next

Tipe Pemimpin Ideal dalam Islam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow On Instagram
Open chat