“Hidup adalah bunga-bunga. Aku dan kau salah satu bunga. Kita adalah dua tangkai angrek. Bunga indah bagi diri sendiri dan yang memandangnya. Ia setia dengan memberikan keindahan. Ia lahir untuk membuat dunia indah. Tataplah sekumtum bunga, dan dunia akan terkembang dalam keindahan di depan hidungmu. Tersenyumlah seperti bunga. Tersenyumlah !”

― Kuntowijoyo, Dilarang Mencintai Bunga-bunga: Kumpulan Cerpen

Klik gambar untuk membaca

Mari dukung platform ini dengan membaca.

0
Pengunjung
0 +
Kontributor
0
Tim Redaksi

Kontak

Tim Kami

Tentang Pelajar Profetik

Share this:

Kembali ke Atas